-->
 

Bali Artilce

 

Bali Article
Bali Hotels Area
Bali Article
.
Bali Article
Bali Article
Welcome to Bali Article
Tiga Sifat Menuju Kehancuran
Selasa, 07 Oktober 2008

Trividam narakasyedam, Dvaram nasanam atmanah, Kamah krodhas tatha lobhas, Tasmat etat trayam tyajet.(Bhagavadgita, XVI.21) Artinya: Inilah tiga pintu gerbang menuju neraka, jalan menuju jurang kehancuran diri, yaitu nafsu (kama), amarah (krodra) dan ambisi/serakah (lobha) setiap orang harus meninggalkan sifat ini.

Kebahagiaan hidup merupakan cita-cita setiap manusia, namun hidup dalam dunia realitas ini manusia mengalami pasang surut kehidupan, laksana pasang surut gelombang di tepi laut. Dalam pasang surut kehidupan, seseorang yang tidak memiliki pegangan hidup, pegangan spiritual, moral dan etika, ibarat sebuah perahu tanpa nahkoda, akan selalu terombang ambing, terhempas, dan bahkan tenggelam ke dasar laut yang paling dalam.

Sungguh eronis, di tengah kesemarakan beragama muncul berbagai permasalahan moralitas yang melanda dunia ini, dari yang terkecil hingga yang sedemikian fatal. Bila diperhatikan berita-berita di media massa, berbagai macam jenis tindakan kriminalitas mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, negara bahkan antar negara. Akibat perbuatan kriminal, baik yang dilakukan secara individu atau pun kelompok menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit, bahkan korban nyawapun menjadi sia-sia. Tidak hanya itu keluarga yang ditinggal menderita lahir batin. Hidup menjadi tidak aman dan nyaman, tidur tidak nyenyak, bepergian was-was.

Dr. Soejatmoko sebagaimana dikutif oleh Wiana dalam membenahi kualitas persaudaraan pada abab ke 21 berpendapat bahwa ada tiga masalah yang dihadapi oleh umat manusia pada jaman modern sekarang ini. Pertama, semakin lemahnya kemampuan survival umat manusia. Kedua, terjadinya kemiskinan terutama di dunia ketiga, dan masalah ketiga adalah semakin lemahnya kemampuan manusia untuk mengendalikan diri akibat negatif dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sesungguhnya banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk berbuat kriminalitas. Menurut ajaran Hindu munculnya berbagai macam perbuatan kriminalitas didasarkan pada 3 sifat manusia yaitu nafsu, amarah, dan ambisi / serakah, yang ketiga-tiganya tidak dapat dikendalikan oleh pikiran. Tiga sifat buruk tersebut bila bergabung dengan Sad ripu (enam musuh dalam diri manusia), dan Sapta Timira (tujuh kemabukan duniawi) jelas akan menjerumuskan hidup dan kehidupan umat manusia menuju kehancuran.

Kitab Sarasamuscaya sloka 80, mengingatkan: "sebab yang disebut pikiran itu, adalah sumbernya nafsu, ialah yang menggerakkan perbuatan yang baik ataupun yang buruk, oleh karena itu, pikiranlah yang segera patut diusahakan pengekangannya/pengendaliannya. Dengan kekuatan akal pikiran disertai semangat yang kuat manusia akan mampu merubah sifat yang buruk (asubha karma) menjadi sifat yang baik (subha karma). Berbeda dengan binatang yang tidak memiliki akal pikiran, binatang hanya memiliki insting. Binatang tidak bisa merubah kebutuhan makanannya, misalnya, sapi makan rumput, sampai kapanpun sapi tidak bisa dipaksakan untuk makan nasi atau daging, lain halnya dengan manusia, bisa makan apa saja yang bisa dimakan, dengan kekuatan pikirannya manusia mampu tidak makan daging selama hidupnya, dia hanya makan tahu, tempe nasi dan sayur.

Bagaimana orang yang dikuasai amarah dan lobha ? Kitab Bhagawadgita II.62.63 mengingatkan kita, manusia yang hanya memikirkan benda -benda jasmani dalam hidupnya, maka orang tersebut akan terbelenggu padanya, dari padanya lahir keinginan dan dari keinginan ini timbullah amarah. Dari amarah timbul kebingungan, dari kebingungan hilang ingatan, dari hilang ingatan menghancurkan pikiran dari kehancuran pikiran ia mengalami kemusnahan. Oleh karena itu, ajaran agama yang diturunkan Oleh Tuhan hendaknya menjadi pegangan hidup. Seseorang yang memiliki pegangan hidup bagaikan seorang peselancar yang mahir, selalu tersenyum riang meniti gelombang, walaupun sekali waktu ia harus tergulung ombak yang besar karena tiupan angin yang kencang, namun dia bangkit lagi. Demikianlah halnya manusia yang tidak terseret oleh arus tiga sifat itu.**
posted by Bali @ 01.27  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< Home
 
About Me

Name: Bali
Home:
About Me:
See my complete profile
Previous Post
Archives
Links
Bali Article
Page Rank

Free Alexa Rank Checker Script

© 2006 Bali Artilce .Bali Information by back