-->
 

Bali Artilce

 

Bali Article
Bali Hotels Area
Bali Article
.
Bali Article
Bali Article
Welcome to Bali Article
Pisang Banten
Kamis, 25 September 2008


Pohon pisang diberi panugrahan sebagai sarana banten oleh Bhagawan Salukat (salah seorang Maha Rsi yang menerima wahyu Ida Sanghyang Widhi) karena sifat berkorban yang luar biasa yang dilaksanakan oleh pohon pisang (Brahman yang ada di pohon pisang).

Sifat berkorban pohon pisang benar-benar murni, tanpa pamrih sama sekali; pisang tumbuh dan berkembang bukan dari buahnya, tetapi dari bungkilnya. Walaupun demikian dia bersusah-susah tumbuh hanya sekali dalam hidupnya untuk berbuah yang setelah masak dihaturkan kepada mahluk lain (bukan dirinya) misalnya : manusia, kera, burung, dll. Setelah berbuah, pohon pisang mati. Jadi dia tumbuh hanya untuk orang lain dan hanya sekali. Alangkah suci mulianya Atman si pohon pisang.

Berbeda dengan pohon durian. Dia membuat buah terus menerus setiap tahun; buah yang harum lezat disajikannya, dengan maksud agar dimakan gajah atau manusia, lalu bijinya dibuang dan tumbuhlah pohon durian yang baru. Jadi dia berbuat 100% dengan pamrih.

Semua jenis buah pisang kecuali pisang gedang, dapat dipakai banten, namun banyak berkait dengan selera manusia (misalnya jarang yang menghaturkan pisang klutuk, tetapi daunnya sering dipakai banten); selain itu ada yang berhubungan dengan banten tertentu seperti pisang kayu, pisang mas, dan pisang tembaga.


7. Dalam Mpulutuk Bebanten tidak diatur dengan tegas apakah bermewah-mewah atau beririt-irit; namun karena banten itu sifatnya "bantuan" atau "nyasa" = pengganti yang sebenarnya, maka bentuk dan kelengkapan banten mempengaruhi perasaan manusia dalam berbakti kepada-Nya.

Oleh karena itu kebijaksanaan sang "Wiku" (wiku = Brahmana = wikan = pintar; karena pintar lalu mempunyai "wiweka" = kebijaksanaan) untuk menyarankan kepada warganya agar menyesuaikan bentuk banten menurut kemampuan materiilnya.

Selanjutnya tugas Pandita/Wiku menghantar puja bebanten itu disertai dengan Mantram Panca Upacara untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bebanten.

Prinsipnya adalah jangan sampai batal me-yadnya karena hambatan materiil yang sebenarnya bisa dihemat.
posted by Bali @ 21.39  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
About Me

Name: Bali
Home:
About Me:
See my complete profile
Previous Post
Archives
Links
Bali Article
Page Rank

Free Alexa Rank Checker Script

© 2006 Bali Artilce .Bali Information by back